Posted by Francisca Oviana LYDIA on Jan 12, '08 10:20 PM for everyone

Cinta sejati

 

Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter, “Bisa saya melihat bayi saya ?”

Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya.

Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit.

Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga !
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis.

Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya. Katanya, saya ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa.
Ia cukup tampan dengan cacatnya.
Ia pun disukai teman-teman sekolahnya.
Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.
Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.

Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain?”
Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.

Dokter itu berkata, “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya.”

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.

Sang ayah berkata, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.”

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya, “Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua pada saya. Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya.”

Ayahnya menjawab, “Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.”

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.

Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

Sang ayah berbisik, “Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin.

Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.

Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Unknown

 Siena Viena 13-01-2008


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
milicancer wrote on Apr 18
aku nih ngak percaya lho sama cinta sejati,hahahaha...nice sharing.thanks:)
milicancer wrote on Apr 18
btw leotmu cantiiikkk sekaleeee
sienaviena wrote on Apr 18
aku nih ngak percaya lho sama cinta sejati,hahahaha...nice sharing.thanks:)
Memang sich sepertinya cinta sejati itu jarang ditemukan Li, he...he....tapi pasti ada juga lho...., terutama cinta sejati orang tua sama anaknya....
sienaviena wrote on Apr 18
btw leotmu cantiiikkk sekaleeee
Thanks ya Li, iya nich, pas nemu..he...he....
milicancer wrote on Apr 18
Memang sich sepertinya cinta sejati itu jarang ditemukan Li, he...he....tapi pasti ada juga lho...., terutama cinta sejati orang tua sama anaknya....
kata orang memang kayaknya kasih ortu tuh kasih sejati, tapi bagi aku kok kayaknya itu kewajiban, suatu keharusan yah?dulu masih bisa dilihat arti dalam kasih ortu sama anak, tapi zaman sekarang terutama di tempat ku sekarang ini yang di mana ngak kenal Tuhan, ngak ada kayak kasih yg seperti itu, gelap,kelam tidak punya harapan:(
sienaviena wrote on Apr 18
kata orang memang kayaknya kasih ortu tuh kasih sejati, tapi bagi aku kok kayaknya itu kewajiban, suatu keharusan yah?dulu masih bisa dilihat arti dalam kasih ortu sama anak, tapi zaman sekarang terutama di tempat ku sekarang ini yang di mana ngak kenal Tuhan, ngak ada kayak kasih yg seperti itu, gelap,kelam tidak punya harapan:(
Nggak deh Li, jangan pesimis gitu dong ah...he...he... mungkin saat ini menurut kamu itu suatu kewajiban, tapi coba kalau kamu pikir lagi sebenernya apa yang sudah kamu lakukan semua untuk anak dan suami kamu itu sudah bisa dibilang cinta sejati Li....

Sebenarnya mungkin lho ya, kalau kata lyd sich, cinta sejati itu sama dengan kasih Li, tanpa pamrih mau melakukan apa pun untuk orang yang kita sayangi.... soalnya khan cinta dan kasih itu cuma beda selembar tipis rambut aja, tapi artinya bisa beda jauh.... kasih itu maknanya lebih dalam....

Kalau cinta itu kadang2 saling menuntut satu sama lain dan bisa berubah dan hilang dalam sekejab, tapi kalau kasih itu sepanjang masa dan selama hidup kita.....ga saling menuntut, malah saling memberi tanpa pamrih.... Ga tahu bener ga pendapat lyd ini, he...he... soalnya itu menurut pendapat lyd sendiri, he...he.....Soalnya kalau mau diterangin bisa panjang lebar deh Li, he...he... contohnya bisa banyak sekali, he....he....

Kalau di tempat kamu sekarang seperti itu, yang penting diri kita pribadi aja Li.... kamu jangan terbawa dengan keadaan kamu yang sekarang, tapi kamu yang harus tetap tegar dan kuat dengan keyakinan kamu sama Tuhan, dan tetap menjadi pribadi kamu waktu sebelum kamu masuk ke lingkungan sekarang, sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan kamu tanpa mengubah pandangan dan keyakinan kamu....jangan mengikuti menuju kegelapan, kelam dan tidak punya harapan itu....OK say.... ayo dong semangat ya.....dalam keadaan apa pun harapan itu pasti ada... percaya deh... Tuhan itu akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak2nya Li....

Walah, kog jadi panjang ya jawabnya, he....he....
milicancer wrote on Apr 18
Thanks Lyd...Bener..selama gue di sini bilang ngak terpengaruh oleh lingkungan, aku terpengaruh juga, di bilang terpengaruh ,aku sepertinya yah gitu, dari gue yang dulu taat(dalam arti aku sendiri), sampai lambat2 gue ngak jelas lagi sma Tuhan, kadang di renungi sedih bgt, kayaknya hidup gue terang secara dunia tapi miskin rohani, gelap oleh kuasa gelap,karena keberadaan gue nih di liputi sama kekuatan yg aku sendiri tidak tahu, itu Tuhan, Itu Devil, or itu aku sendiri*

Rindu gue sama gereja dulu, rindu gue sama Tuhan, rindu gue sama pelayanan...ahhh gue jadi curhat,sorry neh:)
sienaviena wrote on Apr 19
Thanks Lyd...Bener..selama gue di sini bilang ngak terpengaruh oleh lingkungan, aku terpengaruh juga, di bilang terpengaruh ,aku sepertinya yah gitu, dari gue yang dulu taat(dalam arti aku sendiri), sampai lambat2 gue ngak jelas lagi sma Tuhan, kadang di renungi sedih bgt, kayaknya hidup gue terang secara dunia tapi miskin rohani, gelap oleh kuasa gelap,karena keberadaan gue nih di liputi sama kekuatan yg aku sendiri tidak tahu, itu Tuhan, Itu Devil, or itu aku sendiri*

Rindu gue sama gereja dulu, rindu gue sama Tuhan, rindu gue sama pelayanan...ahhh gue jadi curhat,sorry neh:)
Sama2 Li... Ga apa kog curhat... jadi bisa lega daripada dipendem sendiri khan malah bikin nyesek... tapi kalau bisa dikeluarin seenggaknya khan bisa jadi lega....

Hmm mungkin kalau kamu mau kamu bisa mulai untuk berubah kembali seperti dulu Li.... mungkin ga bisa sekaligus, tapi kalau kamu coba lagi pelan2 lyd pikir pasti kamu bisa menemukan lagi kehadiran Tuhan dalam hati kamu Li...

Sebenernya Tuhan itu tidak pernah meninggalkan kamu Li, tapi mungkin karena lingkungan kamu itu yang menyebabkan kamu merasa Tuhan itu sepertinya sudah meninggalkan kamu... tapi coba kalau kamu renungin lagi, pasti kamu bisa kog merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kamu...

Coba deh kamu inget2 aja semua kejadian menyenangkan, kebahagiaan, terus kalau misalnya kamu ada masalah, tapi masalah kamu itu bisa beres dengan baik, kesehatan kamu sekeluarga, anak2 yang pintar dan lucu...dll deh, semua kejadian dalam hidup kamu, sebenernya itu semua khan berkat dari Tuhan Li.... Dan kalau kamu bisa menyadari semua itu dan mensyukurinya, kamu pasti akan menemukan Tuhan kembali Li....

Sebenernya kalau kamu rindu sama Tuhan, dan tidak memungkinkan kamu untuk ke gereja, kamu bisa kog berdoa di mana pun kamu berada.... Ini lyd pernah baca, ada kata2 yang bagus...dan kata2 ini merupakan kata2 terakhir yang diucapkan oleh Yesus pada saat perjamuan terakhir sebelum kematianNya....

"KERAJAAN TUHAN BERADA DI DALAM DIRIMU DAN DI SEKELILINGMU, BUKAN DI DALAM BANGUNAN KAYU ATAU GUA. BELAHLAH SEPOTONG KAYU, AKU AKAN BERADA DI SANA. ANGKATLAH SEBONGKAH BATU DAN KAU AKAN MENEMUKAN AKU. BARANG SIAPA YANG MENEMUKAN ARTI PERKATAAN INI, TIDAK AKAN MENGECAP KEMATIAN."

Dan untuk pelayanan, kamu bisa melakukannya di mana aja... pelayanan itu khan tidak selalu harus di gereja Li... kita membantu orang yang kesusahan, kamu mengurus keluarga kamu dengan baik aja itu juga merupakan pelayanan juga Li... apa pun yang kamu lakukan selama itu benar dan berada di jalan Tuhan, itu juga sudah merupakan pelayanan Li....Jadi kamu jangan sampai terperangkap dengan keadaan kamu yang sekarang...

Dan siapa tahu kamu bisa jadi seperti sinar lilin, biar pun cahayanya kecil, tapi setidaknya sinar lilin itu bisa menerangi tempat yang gelap di sekitar kamu itu... dan pada akhirnya siapa tahu juga sinar lilin itu bisa menjadi banyak.. dan pada akhirnya tempat yang gelap itu bisa menjadi terang benderang Li...

Dan pelan2 kamu bisa mulai lagi dari diri kamu sendiri aja Li, karena tidak mudah pasti untuk merubah kegelapan di sekitar kamu itu menjadi terang dalam sekejab, tapi kalau kamu bisa memulainya sendiri, tanpa membuat orang2 di sekitar kamu merasa terganggu, lama2 khan suatu hari, siapa tahu, nantinya tanpa mereka sadari, mereka itu juga bisa menjadi terang lilin itu... dan akhirnya bisa banyak sinar lilin itu Li....dan kegelapan yang membuat kamu merasa Tuhan meninggalkan kamu itu, akan hilang... dan kamu akan selalu merasa bahwa Tuhan itu akan selalu bersama kamu dan tidak pernah meninggalkan kamu sama sekali....Kamu pasti bisa Li....Percaya sama keyakinan kamu itu.... OK!!

Nah panjang lagi deh ceritanya, he...he... Ga apa2 ya LI, he...he....Sorry nich, jadi kebanyakan nulisnya, he...he....
milicancer wrote on Apr 19
Thanks bgt nih buat lo nih Lyd, it means alot buat gue. Lama ngak ada masukan, jadi kerohanian aku kayaknya menipis byk:( tapi senang bisa berbagi, setidak bisa buka kembali pemikiran gue yang sudah hampir tertutup ini.Dan bener2 makasih nih Lyd, dah mau sharing sama aku...
sienaviena wrote on Apr 19
Thanks bgt nih buat lo nih Lyd, it means alot buat gue. Lama ngak ada masukan, jadi kerohanian aku kayaknya menipis byk:( tapi senang bisa berbagi, setidak bisa buka kembali pemikiran gue yang sudah hampir tertutup ini.Dan bener2 makasih nih Lyd, dah mau sharing sama aku...
Sama2 Li... Lyd seneng kog kita bisa saling berbagi...next time kalau mau lebih nyaman, kita ngobrol di PM aja yach, biar ngobrolnya lebih enak, he...he... OK....Thanks juga ya untuk kamu...God bless you all....
levans wrote on Apr 20
Nice story sis. So touchy ! Cinta seorang ibu terhadap anaknya seperti cinta Tuhan Yesus kepada anak2NYA, unconditional love ! God bless !
sienaviena wrote on Apr 20
levans said
Nice story sis. So touchy ! Cinta seorang ibu terhadap anaknya seperti cinta Tuhan Yesus kepada anak2NYA, unconditional love ! God bless !
Thanks Lana... Iya benar, karena cinta seorang ibu terhadap anaknya tidak pernah meminta balasan apa pun dari anak2nya....seperti Tuhan menyayangi kita, tidak pernah meminta apa pun dari kita... God bless you too....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help