Posted by Francisca Oviana LYDIA on Dec 5, '07 9:45 PM for everyone

KEBESARAN JIWA SEORANG IBU
(TRUE STORY)


KEJADIAN INI TERJADI DI SEBUAH KOTA KECIL DI TAIWAN, DAN SEMPAT DIPUBLIKASIKAN LEWAT MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK.


Ada seorang pemuda bernama A Be. Dia anak yang cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewek yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun cukup lumayan.

Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya sederhana membuat banyak teman-teman kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewek-cewek jomblo. Bahkan dari putri pemilik perusahaan tempat dia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A Be.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar.

Wanita tua ini betul-betul seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini adalah ibu dari A Be. Walau demikian, sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, dan lain-lainnya. Juga memberikan perhatian yang besar kepada anak satu-satunya A Be.

Namun A Be adalah pemuda normal seperti layaknya anak muda yang lain. Ibunya yang cacat menyeramkan itu, membuatnya sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega bisnis yang bertanya siapa wanita cacat di rumahnya, A Be selalu menjawab itu adalah pembantu yang ikut ibunya dulu sebelum meninggal.

“Dia tidak mempunyai saudara, jadi saya tampung, karena kasihan” jawab A Be.

Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.

Hari demi hari kemurungan sang ibu semakin parah. Suatu hari ia jatuh sakit yang cukup parah.  Tidak kuat bangun dari ranjang. A Be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, mencuci pakaian dan menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh ibunya.

Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang ibu sebelum dan setelah pulang kerja (Di Taiwan sulit sekali mencari pembantu, kalau pun ada mahal sekali). Hal ini membuat A Be menjadi kesal dan uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A Be melihat sebuah kotak kecil. Di dalam kotak itu ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A Be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik.

Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar yang cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikit pun.

Walau sudah usang, A Be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah ibu kandung A Be. Wanita yang sekarang terbaring tidak berdaya. Spontan air mata A Be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan potongan koran usang tersebut, A Be langsung bersujud di samping ranjang sang ibu yang terbaring.

Sambil menahan tangis, ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibu ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya.

“Yang sudah-sudah nak, ibu sudah maafkan. Jangan diungkit lagi.”

Setelah ibunya sembuh, A Be bahkan berani membawa ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang. A Be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian wartawan. Dan membawa kisah ini ke media cetak dan elektronik.

Teman-teman yang masih mempunyai ibu di rumah, biar bagaimana pun kondisinya, segera bersujud dihadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-siakan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. Kasih seorang ibu sungguh mulia.

 

                                                                          


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
cindy2975 wrote on Dec 6, '07
Bagus sekali ceritanya..boleh ga aku copy buat di-fwd ke temen2 lain agar semakin menghargai n mencintai ibu2 mrk? :) btw, emang bener yah apa kata pepatah..kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah...aku liat banyak sekali orang2 di lingkunganku yg spt pepatah itu :( GBU
sienaviena wrote on Dec 6, '07
Copy aja Cin, tidak apa2. Makanya lyd bagi cerita ini, supaya kita selalu ingat kasih sayang seorang ibu. Memang pepatah itu benar adanya. Lyd juga sering lihat hal seperti itu. Barusan ini kejadian juga ada seorang ibu yang tidak diperhatikan oleh anak2nya. Tapi mudah2an, dengan adanya cerita ini, bisa menyadarkan arti seorang ibu bagi kita semua. Apa pun keadaannya dan perbuatannya. Sekali pun mungkin ada perbuatan seorang ibu yang menyakitkan bagi anaknya, dia tetap ibu yang melahirkan kita. Tanpa dia, kita tidak akan ada di dunia ini. Seorang ibu tetap seorang ibu. Thanks ya Cin. God bless you too.
agustsetyono wrote on Dec 6, '07
terima kasih tuhan atas karuniaMU untuk seorang wanita yang bernama " IBU " nice story
sienaviena wrote on Dec 6, '07
Iya benar. kita harus bersyukur untuk itu.Semoga cerita ini bisa jadi penerangan untuk kita semua ya. Thanks ya.
dfschmaal wrote on Dec 7, '07
thx Lyd, jd kangen mama :(
sienaviena wrote on Dec 7, '07
Sama2 sayang. Pasti, apalagi kamu jauh di sana, siapa yang ga kangen. Saya aja yang deket, kepisah kota aja udah kangen, apalagi jauh seperti kamu. Saya bisa ngerasain kog gimana kangen mama. GBU.
audrydien64 wrote on Dec 11, '07
Bagus amet ceritanya sayang. Thx Lyd
sienaviena wrote on Dec 12, '07
Sama2 say, Iya semoga cerita ini bisa selalu mengingatkan kita untuk selalu ingat kasih sayang seorang ibu. Tapi juga untuk ayah kita juga. Karena kita juga harus sayang sama kedua orang tua kita juga ya.
audrydien64 wrote on Dec 12, '07
Bikin kuangen aje sama 'mama' di kampung:)
sienaviena wrote on Dec 12, '07
Kalau kangen sama mama kamu, kamu bawa dia dalam doa, pasti kangen kamu akan terobati deh. dan doa kamu itu pasti akan sampai kepada mama kamu sayang.
leoerk wrote on Apr 19
very inspiring ^^
sienaviena wrote on Apr 19
leoerk said
very inspiring ^^
Thanks ya de.... God bless you....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help